You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
1.500 Balita di Kramat Jati Dapat Imunisasi PCV
photo Nurito - Beritajakarta.id

1.500 Bayi di Kramat Jati Ditarget Dapat Imunisasi PCV 

Sebanyak 1.500 bayi di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, ditargetkan mendapatkan layanan imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV). Layanan imunisasi ini diadakan setiap hari di puskesmas kecamatan dan kelurahan,  mulai pukul 08.00 hingga 12.00.

Melindungi bayi dari infeksi pneumonia

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara mengatakan,. sasaran imunisasi ini adalah bayi usia dua, tiga dan 12 bulan.

Untuk mendapatkan imunisasi ini,lanjut Inda, orang tua bayi cukup membawa buku Kartu Imunisasi Anak (KIA) dan Kartu keluarga (KK), agar petugas bisa melihat status imunisasi bayi.

Kick Off Imunisasi PCV, Dinkes DKI Jakarta Ajak Orang Tua Manfaatkan Layanan Imunisasi Gratis

"Imunisasi PCV ini gratis bagi warga. Ini dalam rangka pencegahan infeksi dari bakteri Pneumokokus, yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya. Seperti Pneumonia, Meningitis, hingga Radang Telinga Tengah (Otitis Media)," beber Inda, Selasa (13/9).

Menurutnya, untuk mengoptimalkan  kandungan vaksin PCV ini, penerima vaksin harus mengikuti prosedur penyuntikan berkala.

"Harapannya, imunisasi PCV ini bisa terus-menerus dijalankan. Karena ini imunisasi yang sangat penting bagi bayi dan strategis karena dapat melindungi bayi dari infeksi pneumonia," tandas Inda.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2121 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1108 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye1025 personAnita Karyati
  4. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye1020 personNurito
  5. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye993 personFakhrizal Fakhri